Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Pelestarian Kearifan Lokal: Subak Kedangan Banjar Wanayu Tetap Berdiri

Gambar
  Bedulu, Gianyar – Pura Subak Kedangan di Banjar Wanayu, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Subak Kedangan resmi terbentuk pada 2 Agustus 1980 atas inisiatif anggota masyarakat, dengan jumlah anggota mencapai 125 orang saat ini. Pura Subak Kedangan, yang didedikasikan untuk Dewi Sri atau Dewi Persiapan, menjadi pusat spiritual yang menyatukan unsur Tuhan, manusia, dan alam sesuai filosofi Tri Hita Karana. Lokasinya di tengah hamparan sawah menjadikannya saksi bisu perjuangan petani Bali dalam mengelola air secara adil dan berkelanjutan. Organisasi ini menerapkan awig-awig ketat untuk menjaga disiplin, seperti denda uang untuk pelanggaran nikah atau gotong royong, dengan penggandaan jika telat dibayar dalam tiga hari. Pembagian air dilakukan secara bergilir antar kelompok petani, termasuk kelompok Brahma, untuk memastikan kesejahteraan bersama. Sistem ini mencerminkan semangat gotong royong yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada 2012, bersama Pura ...

Kisah Bli Kadek, Pembuat Kelengkapan Penjor

Gambar
Bangli - Perjalanan menuju Banjar Dukuh, Desa Bunutin, Kecamatan Bangli terasa menenangkan. Jalanan mulai menyempit, diapit hamparan sawah hijau dan pepohonan kelapa yang berjajar di sepanjang jalan. Suasana pedesaan di dataran rendah ini begitu khas, di salah satu sudut desa yang asri itu, berdirilah rumah sekaligus tempat usaha milik seorang pengusaha muda, I Kadek Agus Yudhi Pratama, atau yang akrab disapa Bli Kadek, merupakan salah satu pengusaha muda yang sukses mengembangkan usaha pembuatan kelengkapan penjor di Banjar Dukuh, Desa Bunutin, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Dalam wawancara bersama tim mahasiswa, Bli Kadek berbagi kisah inspiratif tentang perjalanan usahanya yang dimulai sejak masa sekolah menengah atas. “Awalnya saya cuma iseng bantu teman waktu SMA,” ujar Bli Kadek sambil tersenyum mengenang masa itu. “Tapi lama-lama saya jadi tertarik. Apalagi waktu tahu banyak orang mencari bahan dan kelengkapan penjor, akhirnya saya coba seriusin.” Ujarnya Kegiatan membuat ...

Dari 90 Ribu Per Bulan Jadi Rektor dan Pengusaha Cerita Inspiratif di Balik Seminar Kewirausahaan INSTIKI

Gambar
Singaraja – Ruang seminar dipenuhi ratusan mahasiswa yang antusias mendengarkan kisah perjuangan seorang pria yang pernah kuliah hanya dengan uang saku 90 ribu rupiah per bulan. Dia adalah Dr. I Dewe Made Krishna Muku, atau yang lebih akrab dipanggil Krishna Muku, Rektor Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) sekaligus pengusaha sukses di baliknya Seja Restaurant dan The Archa Villa Sanur. Seminar karier dan kewirausahaan yang digelar kampus ini bukan sekadar ceramah motivasi biasa. Krishna Muku, yang juga praktisi bisnis dengan pengalaman di Astra International, membawa peserta untuk benar-benar nyemplung ke realita dunia wirausaha—lengkap dengan mindset, strategi, hingga kisah jatuh bangunnya. Dari Nol: Kehilangan Ortu, Kuliah dengan 90 Ribu Yang bikin seminar ini beda adalah ketulusan Krishna Muku dalam berbagi cerita hidupnya. Tanpa basa-basi, dia langsung membuka lembaran masa lalunya yang penuh keterbatasan. "Saya kehilangan bapak waktu SMP, ibu waktu SMA. Pas m...