Pura Ponjok Batu, Buleleng: di Pantai Utara Bali
Pura
Ponjok Batu yang beralamat di Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Buleleng,
menjadi salah satu pura unik, pura ini terlihat
dari lokasinya yang menjorok langsung ke laut, dengan bangunan suci yang
berdiri di atas tumpukan batu karang hitam.
Nama “Ponjok Batu” berasal dari kata ponjok yang berarti menjorok, dan batu
yang merujuk pada karang besar di tepi laut. Tidak hanya itu, terdapat tempat
melukat (penyucian diri) yang sering digunakan oleh pengunjung sebelum
melakukan sembahyangan. Melukat ini dipercaya dapat membersihkan diri secara
lahir dan batin, sekaligus memperkuat keyakinan dalam menjalankan doa. Keunikan
inilah yang membuat pura ini berbeda dengan pura-pura lainnya di Bali.
Seorang
pemangku pura, mengatakan bahwa hingga kini Pura Ponjok Batu masih menjadi
pusat spiritual bagi masyarakat. “Setiap piodalan, ribuan umat hadir dengan
penuh keyakinan. Banyak nelayan datang untuk memohon keselamatan di laut,
karena mereka percaya pura ini memberi perlindungan,”
Selain masyarakar lokal, wisatawan juga tertarik berkunjung ke pura ini. Seorang pengunjung asal Denpasar yang sempat saya tanyai, mengaku terkesan dengan suasana pura. “Pemandangannya bagus banget, langsung menghadap laut dan juga ombak disini tidak seperti pantai yang lain yang ombak selalu besar. Saat saya bersembahyang, terasa ada energi yang menenangkan. Saya merasa tempat ini bukan hanya untuk yang beragama hindu saja, tetapi juga bisa menjadi wisata spiritual,” katanya. Dan Piodalan di Pura Ponjok Batu dilaksanakan setiap enam bulan sekali berdasarkan kalender Bali, dengan berbagai rangkaian upacara, tarian sakral, serta gebogan yang dibawa umat dari desa-desa sekitar.
Komentar
Posting Komentar